Pada malam jum’at, paling banyak
ditemukan politisi melakukan blusukan, termasuk Darman (maaf bukan nama
sebenarnya dan bukan sebenarnya nama). Darman mendatangi kampung yang diterjang
banjir paling parah. Kebetulan di sana banyak wartawan meliput sehingga dia
makin semangat menyerahkan bingkisan. Darman juga tidak mau menyia-nyiakan
sorotan kamera wartawan. Dia mencari strategi agar tetap menjadi perhatian
media. Darman berusaha masuk ke tempat banjir dan menceburkan diri ke air.
Sial baginya, ia terperosok ke selokan dan terseret derasnya air. Darman
berusaha sekuat tenaga melawan arus, tetapi tak berdaya, dia hanyut. Untung
regu penolong sangat sigap. Meskipun terseret cukup jauh, Darman masih bisa
diselamatkan. Dia dibawa ke posko kesehatan dan dibaringkan di bangsal. Waktu
itu semua bangsal penuh oleh orang pingsan. Darman kaget melihat orang yang ada
di situ. Demuanya ia kenal, para politisi sedang blusukan. Lebih kaget lagi
ketika dia melihat doa tertulis di dinding:”Ya Allah, hanyutkanlah mereka yang
tak ikhlas”. Darman pingsan!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar